1. Olahraga
DENGAN melakukan gerakan-gerakan olahraga hingga berkeringat, zat endorphine akan dikeluarkan oleh tubuh. Pengeluaran zat kimia alami tubuh ini membuat tubuh merasa nyaman karena zat ini tergolong zat yang bersahabat buat otak dan juga dapat menghilangkan rasa sakit. Itulah kenapa orang yang senang olahraga selalu keliatan fit dan happy.
2. Tertawa
Terapi tertawa untuk mengurangi stres sudah banyak dilakukan orang. Tertawa 5-10 menit bisa merangsang pengeluaran endorphine dan serotonin, yaitu sejenis morfin alami tubuh dan juga metanonin. Ketiga zat ini merupakan zat yang baik buat otak. Kalau tubuh dirangsang untuk mengeluarkan zat-zat ini kita akan merasa lebih tenang.
Kendalanya, tertawa untuk alasan yang tidak lucu dan sendirian kadang susah dilakukan. Tetapi tidak berarti sendirian tidak bisa. Jika memang tidak ada obyek yang bisa membuat kita tertawa, paksakanlah untuk tertawa. Ambil cermin, lihat diri sendiri dan tertawalah. Tidak perlu berpikir bahwa kita sedang melakukan hal konyol. Katakan bahwa kita sedang mengendalikan perasaan tidak enak dalam diri kita. Orang bijak bilang "orang yang sehat adalah orang yang mampu menertawai dirinya sendiri."
3. Relaksasi
Relaksasi banyak macamnya. Ada yang membayangkan suasana pantai yang indah dengan empasan ombak dan embusan angin menerpa wajah. Atau membayangkan suasana pegunungan yang hijau asri dengan bunyi air terjun yang menerpa batu-batu. Atau membayangkan apa saja yang kita sukai.
Ada juga relaksasi otot, yaitu dengan menegangkan dan mengendurkan otot-otot. Coba tegangkan otot-otot di tubuh kita, rasakan otot yang menegang itu. Lalu kendurkan perlahan-lahan. Rasakan bedanya ketika dalam keadaan tegang dan kendur. Misalnya, kepalkan telapak tangan kuat-kuat selama setengah menit, rasakan ketegangannya. Lalu lepas pelan-pelan, dan rasakan. Lakukan untuk bagian-bagian tubuh yang lain biar semuanya terasa lebih rileks.
4. Latihan pernapasan
Cobalah tarik napas dalam-dalam melalui hidung. Rasakan perjalanan udara di dalam tubuh kita. Tahan sebentar lalu keluarkan perlahan-lahan lewat mulut. Ambillah posisi serileks mungkin. Kuncinya, sadarilah setiap perjalanan udara di tubuh kita saat masuk maupun saat keluar. Saat marah pun lakukanlah latihan ini, biar kita enggak terbawa emosi. Ini bisa juga dilakukan untuk mengurangi nervous.
5. Menangis
Menangis, salah satu cara mengurangi ketegangan. Dengan menangis, zat-zat yang enggak baik buat otak seperti adrenalin yang menyebabkan ketegangan dan kecemasan bisa berkurang karena ikut keluar bersama air mata sehingga kita akan merasa baikan.
6. Berendam di air
Berendam di air membuat tubuh kita rileks karena aliran darah diperlancar. Rasakan dan nikmati sentuhan air yang menyelimuti seluruh permukaan tubuh. Lupakan pikiran-pikiran yang bikin kita bete, fokuskan ke air yang menyentuh kulit kita. Bisa juga ditambahkan bunga-bunga yang wangi biar sekaligus jadi aroma terapi.
7. Berpikir positif
Perasaan-perasaan negatif umumnya berasal dari pikiran negatif. Apa yang kita pikirkan akan memengaruhi perasaan kita. Maka, untuk mengubah perasaan-perasaan negatif itu kita bisa melakukannya dengan mengubah isi pikiran kita. Pikiran-pikiran negatif digeser ke pikiran yang positif. Misalnya dengan mengingat hal-hal yang menyenangkan. Bisa juga dengan mengingat impian-impian atau cita-cita kita. Tanamkan di hati dan pikiran bahwa untuk meraih cita-cita itu dibutuhkan semangat.
8. Curhat
Pergilah ke salah satu teman dan berceritalah. Dengan bercerita, beban kita akan terkurangi. Pilihlah orang yang benar-benar bisa kita percayai dan bisa mendengarkan sehingga kita merasa aman untuk bercerita. Ceritakan apa yang membuat kita bad mood.
9. Lakukan hobi
Kreativitas itu muncul kalau kita dalam keadaan rileks. Hobi juga bikin kita rileks. Kalau kita bisa gitaran, ambil gitar dan mainkanlah. Bernyanyilah sesuka hati. Kalau senang ngutak-atik, carilah barang-barang yang rusak di rumah lalu perbaiki. Nah, bermanfaat kan?
10. Menulis
Cobalah menuliskan semua yang kita rasakan. Identifikasi emosi-emosi yang kita rasakan. Tulis semuanya dengan bebas. Enggak perlu mikir, yang penting tulis. Biarkan tangan kita jadi pelampiasan kekesalan, kesedihan, atau kesepian kita. Ini tidak hanya membantu mengeluarkan apa yang kita rasakan, tapi juga membantu mengenali diri sendiri.
11. Tidur
Tidur bisa juga dijadikan terapi untuk mengurangi kemarahan dan kesedihan. Perasaan-perasaan negatif kadang muncul dari pikiran-pikiran kita yang cenderung memandang persoalan dari sisi negatif. Sehingga otak menjadi tegang dan emosi terganggu. Dengan tidur, kita memberikan kesempatan pada otak untuk rileks. Pikiran negatif akan terlupakan. Ketika bangun biasanya pikiran kita jadi berbeda dari sebelumnya.
Dari beberapa tips di atas, kita bisa coba semuanya lalu tentukan mana yang lebih efektif buat kita. Dengan begitu kita tidak akan lagi dikuasai oleh emosi-emosi negatif sehingga kita tidak perlu bad mood lama-lama.
Rabu, 03 Desember 2008
my felling
ketika cinta bertepuk sebelah tangan
apa tangan bisa bertepuk yaaaaa??????
pusing, sakit hati dan sajabana
apa tangan bisa bertepuk yaaaaa??????
pusing, sakit hati dan sajabana
*Mental Buruk Membanding-bandingk an*
Salah satu kebiasaan buruk masyarakat kita adalah penyakitmembanding-bandingk an. Coba perhatikan saat orang sedang bergosipria. Anda pasti akan mendengarkan orang yang doyan membangga-banggakan dan membanding-bandingk an satu sama lain. Selain itu,beberapa acara di TV juga kentara sekali memamerkan dan membanding-bandingkan satu selebritas dengan selebritas lainnya.Memang tidak selamanya buruk. Semangat membandingkan dengan oranglain, membuat kita sadar bahwa ada orang yang lebih baik dan lebihberhasil daripada kita. Namun, sikap membanding-bandingk an punyaakibat yang buruk bagi perkembangan mental apabila tidak diimbangidengan mentalitas yang konstruktif.Pertama, sikap membanding-bandingk an membuat kita seperti 'minumdari air laut'. Jadi tidak pernah ada puas-puasnya, malahan kitasemakin kehausan hingga akhirnya kita kelelahan sendiri.Saya mengenal seorang pria yang selalu berkompetisi dengan kakak danadiknya. Padahal, secara finansial hidupnya sebenarnya pas-pasan.Namun, demi menjaga gengsi di mata orang tua ataupun adik-adiknya,dia terus berusaha mengimbangi bahkan melebihi adik dan kakaknyasecara material. Akhirnya, semua itu membawa dirinya menjadiberutang yang cukup banyak.Kedua, sikap membanding-bandingk an membuat kita berada dalam sebuahherarki yang tidak ada putusnya. Saat Anda merasa iri dengansupervisor Anda, mungkin si supervisor Anda pun merasa iri denganmanajernya. Lalu si manajer iri dengan direkturnya. Si direktur inipun iri dengan direktur yang lain. Demikianlah, semua ini tidakpernah ada putusnya.Ketiga, mentalitas membanding-bandingk an membuat energi emosi kitalebih banyak dihabiskan untuk hal-hal yang justru negatif. Misalkansaja, melihat rekan ataupun teman Anda yang lebih berhasil, Anda punjadi merasa iri, sebel, cemburu, dan marah. Reaksi semacam inimembuat kebanyakan orang justru terjebak dalam energi yang negatif,seperti berusaha mencari-cari kekurangan orang tersebut. Bahkan, adayang berusaha mengalahkan dengan cara yang tidak pantas.Bagaimanakah tipsnya agar kita tidak terjebak dalam sikap membanding-bandingkan yang negatif dan akhirnya justru membenamkan potensi dirikita sendiri?Standar sendiriPertama, bangunlah standar Anda sendiri. Dalam pelatihan danseminar, saya tidak bosan-bosannya mengatakan kalimat yangterinpsirasi dari kisah hidup banyak orang sukses, "Saya tidakmembandingkan diri saya dengan orang lain. Namun, saya punya standarkesempurnaan yang saya kejar terus-menerus sepanjang saya masihpunya napas". Itulah semangat yang dikatakan Donald Trump ataupunAndy Groove, orang yang berjasa sekali membesarkan Intel.Kedua, sadarilah saat Anda membanding-bandingk an diri dengan mereka,mereka pun membanding-bandingk an dengan Anda. Saya pernah mengalamipengalaman menarik tatkala masih pada awal karier saya sebagaipembicara dan penulis.Saya sangat mengagumi seorang penulis dan pembicara yang sangatproduktif. Suatu ketika, saat ketemu, dia pun ternyata mengatakandia merasa iri dengan beberapa aspek pencapaian dalam kehidupansaya. Saya pun akhirnya sadar, ini bagian dari permainan kehidupanyang mesti kita sadari.Kita akan selalu membanding-bandingk an. Kamu hebat di mana, kamupunya apa, dan seterusnya membentuk suatu daftar panjang yang tidakakan berhenti. Karena itulah, satu-satunya cara adalah tidakmembanding-bandingk an dan tidak melihat orang lain dengan perasaaniri. Ingatlah, belajar dari kisah saya di atas, mungkin dia sendiripun sedang melihat Anda saat ini dengan irinya.Ketiga, setop membanding-bandingk an dan belajar untuk bersyukurdengan apa yang kita capai saat ini. Selama kita sadar bahwa kitatelah berusaha secara maksimal dan inilah yang mampu kita capai,belajarlah bersyukur atas apa yang boleh kita nikmati.Kita tidak perlu khawatir ataupun risau dengan apa yang merekamiliki. Sejauh kita tetap mengembangkan diri kita, tetap denganrajin dan gigih mau berjuang, saya percaya kita akhirnya akanmenikmati seperti yang orang lain nikmati. Namun, kita tidak bolehmerasa iri. Memang, pada akhirnya setiap orang sudah punya path(jalannya) sendiri-sendiri.Ada yang jalannya lebih cepat, ada yang lebih perlahan. Namun, kitatak perlu iri apalagi marah dengan 'rumput tetangga yang tampaknyalebih hijau'. Belajar terima kondisi 'rumput' kita saat ini tetapirajin-rajinlah merawat dan melihat serta mengembangkan kondisirumput kita. Mungkin suatu ketika, rumput kita pun akhirnya akansehijau rumput tetangga. Bahkan, mungkin lebih bagus.Keempat, kalaupun ingin membanding-bandingk an, bandingkanlah dengandirimu sendiri. Cobalah lihat apakah kehidupan Anda secara umum adakemajuan dan perkembangan yang lebih baik? Secara spiritual,finansial, karier, emosional, mental (pengetahuan) atau hubungansosial, bagaimana perkembangannya?Hal ini akan lebih positif dan lebih baik untuk memotivasi Andamenjalani grafik yang semakin menanjak dalam kehidupan Anda. Di sisilain, energi yang dipakai juga energi positif.Akhirnya, kalaupun Anda masih terobsesi dengan orang lain, lihatlahbukan dengan kacamata perasaan iri, marah, ataupun sebel. Namun,dengan kacamata ingin tahu bagaimana caranya Anda bisa mencontoh apayang mereka lakukan sehingga Anda pun bisa sesukses mereka-merekaini. Dengan demikian, cara membandingkan Anda disertai dengan sikapdan emosi yang positif.Sumber: Mental Buruk Membanding-bandingk an oleh Anthony Dio Martin,Managing Director HR Excellency
Rabu, 23 April 2008
hal yang paling mengesankan adalah ketika umurku 20 tahun 20 april kemarin...
karena hari itu aku ikut outbond ke dago pakar. Aku, cha dan wan, kita sebagai panitia aku dan cha sebagai p3k yang mobile ngikutin peserta ga diem di satu post.. jadi kita bisa keliling-keliling.....
Awalnya aku n cha naik dari arah PLTA yang tanggga seribu itu tuh dinamakan tangga seribu karena pas kita naik ga sampai-sampai.mana ujungnya????
tapi akhirnya kita sampai meskipun agak lelet cos dah mulai dikejar ma peserta lain....
dari sana kita ngikutin rute yang dikasih panitia tapi di jalan ilang entah terbang kemana..... itu teh di pos satu......
Jadi aja kita ngikutin rute panah.....
yah sampai deh di goa belanda. panitia yang lain sibuk di post masing-masing. daripada kita diem ya udah nyoba masuk ke goa belanda meskipun berbentuk lorong tetep aja syerem...... mulanya kita nyewa senter.
yeee akhirnya kita keluar juga.... tapi cha ngajak kedalam lagi katanya kita kedalamnya lagi.... ya hayu ....tapi mkan jagung dulu lapeeeer.....
abisssss yuk lanjut kedalam lagi.
kita mulai menyelusuri kamar2 dan apaaan tuhhhh putih-putih hiyyyy
aku lari tapi dicegah ma cha "itu cuma pengunjung"
"ooo"" kirain.
ya kita lanjutin lagi di tengah goa ketemu sama wan panitia yang bertugas di pos 2 katanya" udah selesai kalo pos 2 mah"
ocha ngajak jalan-jalan lagi iwan ikut.....
kita ngitari semua pelosok ga ada yang terlewat
akhirnya kta keluar lewat tangga yang ke atas dan turunnya curam juga
kita nyari jalan yang menantang
lalu kita jalan ke goa Jepang..... tapi "kok muter sih yah iwan salah jalan nieeeh"
sampe di goa Jepang kita ga nyewa senter lagi tapi pake lilin 1 di bagi 4 dari panitia mbah ikut(panitia juga) sam kaya di belanda tapi ini mah gelap banget kita ngitari semua lorong-lorong dan kita nemuin lorong di atas "mau nyoba" kata ocha"
"jangan...ga baik" jawab mbah
ya udah kita ga jadi n ngelanjutin perjalanan "hey lilin ku mati"
"aw panas"
"aduh"
"hati-hati jalannya banyak lembah-lembah kecil"
"eh aku keluar dulu yah mau liat peserta"mbah keluar n tinggal kita bertiga"
"kita kesana lagi yu keluarnya yang naik keatas" ocha keukeuh
"Hayu" ya kita kembali ke tempat tadi sama kaya di goa belanda cuma bedanya ga ada tangga jadi harus naik kaya naik tebing(istilahnamah)
tapi turunnya ga terlalu curam..
Hore kita keluar.... sorak ku
itu di pos 3 sekarang tinggal ke pos 4 arah sungai kesana yuk.....sekalian kumpul di monument
"ada yang sakit????""
diam........
lanjut
kita tambah icha n erna menuju pos 4...... tinggal 1 pos lagi yang belum ke pos 4
Tapi "hah harus pake tali???"
"emang licin"
icha n erna ga jadi langsung ke monumen. tinggal kita bertiga
"peserta terakhir jagan ke pos 4 outbond dihentikan karena hujan"
"tapi kta pengen ke bawah" bujuk ocha pengen nyoba katanya.
diam seribu bahasa
akhirnya aku n iwan pengen juga
ya akhirnya kita jadi ke bawah dengan batuan tali
"tau jalannya ga" teriak orang yang diatas
"ya udah temenin" kataku
"ga mau kebawah lagi ah"
Ya udah kita tetap ber3
"awas licin"
huppp akhirnya kita sampai di bawah
kita ngikutin panah menuju pos 4
dan akhirnya kita sampai ke sungai
"mau kesungainya ga???"
"engga ah ke atas lagi aja yuk" ajakku
"peserta pasti lewat sini lagi yaa" kataku kurang yakin..
"mungkin"
"Ya udah kita lanjutin perjalanannya lagi"
kita jalan ke arah atas lumayan ga terlalu curam kaya tadi turun, jadi dengan memegang akar pohon pun bisa.
Kita jalan.... iwan paling depan, kedua ocha, dan terakhir aku..
terus....
terus...
terus...
tapi kenapa lama yah nyampe nya????
"cha tungguin" aku mulai ketinggalan
ocha menunggu... iwan terus jalan....
"waaan masih jauh gaaaa?" teriak ku
tidak ada jawaban....
kayaknya masih......
ku terus jalan
kaki mulai sakit kebetulan aku tidak memakai sepatu kets jadi aga licin n lambat
hujan mulai gerimis
hatiku mulai panik
kulihat disekelilingku....
sep....
"chaaaa tungguin" teriakku lagi
kutak berani liat kearah belakang pandangan terus ke arah pijakkan
kulihat ocha sedang menungguku
"wan kenapa jauh banget perasaan tadi pas turun ga sejauh ini?" tanyaku pas liat iwan sedang diam...menunggu,,,
tak ada jawaban.....
"ga tau...terus aja yuk" jawab iwan
"perasaan tadi ga ada panah yang nunjukin jalan yaa?" ocha keliatan panik
"iya yah" sadarku
"jangan-jangan kita tersesat"
"tapi tadi ga ada jalan lagi kan selain jalan setapak ini?"
"ya udah jangan berhenti ujan dah mulai deras"
Kita melanjutkan......
"aw" tanganku kena duri
ocha n iwan langsung berhenti
"tunggu dulu" kataku sambil mengeluarkan duri di tangan ku....berdarah
"ga pa-pa" yakinku
lajut....
terus...
terus...
dan terus....
akhirnya
ada rumah penduduk
akhirnya sampai juga.......tapi.....kok suasananya berbeda ya
"ya tanya aja monumen sebelah mana?"
"Pa kalo monumen sebelah mana yaaa?" tanya iwan ke tukang es cendol
mang itu cuma menggelengkan kepala.
tanya ke ibu itu.
"monumen sebelah Mana ya bu"
"sebelah sana" kata ibu itu dengan menunjukkan arah oleh dagunya.
kita mengikuti kata ibu tapi kok naik lagi sih
"istirahat dulu ah"
iwan bertanya lagi
"monumen apa?'" tanya bapak yang ditanya iwan
"dago pakar"
"ga tau tanya neng itu" katanya
"neng monumen sebelah mana?" akhirnya yang bertanya bapak itu.
"dago pakar" lanjutku
"oh dago pakar mah sebelah sana" sambil menunjuk kearah belakang kami
pas diliat eneng itu menunjuk kearah gunung tepat dibelakang kami
HAAH berarti kita dah melintasi gunung dong
"ini mah dah lain kabupaten" lanjut bapak tadi
"tadi kalian dari mana?" tanya eneng itu
"dari dago pakar" jawabku
"iya klo mau ke dago pakar lewat jalan yang tadi"
"tadi lewat mana?"
"lewat hutan" kataku lemas
"iya klo mau deket ke yang tadi aja"
lututku bener-bener lemas "harus ke hutan lagi??? oh tidak!!!"
"jalan selain itu ada ga? atau jalan motor?" tanya iwan menyadari kepanikanku
"ada tapi harus naik ojeg"
"tadi kata ibu tadi ke atas"
"klo ke atas mah ke lembang"
yah diboongin deh
"ya udah kita balik aja kejalan tadi" kata iwan
"ga mau ke hutan" rengekku
Kita jalan ke arah gang
"ada suara motor" kata oca menghibur
"iya itu cuma gemanya aja"
Iwan bertanya lagi ke tukang tahu
"oh klo mau jalan ojek ke arah sana"
Kita ngikutin kata tukang tahu tadi
lho kok ini kan jalan yang tadi kita lewatin yang ketemu ibu itu.... mana ibunya yah.... beneran dia boongin kita
Ya udah sabar...sabar...
kita mulai jalan di jalan lebar..... mobil cukup
kemana kita?
ya ikutin aja kisah selanjutnya
terus jalan awalnya turun....belok....dan naik lagi??? yah kita melintasi 2 gunung lagi
"oi terdengar suara motor" teriak iwan dari jauh
aku dan oca sudah kelelahan
"kenapa ya ga ada yang mengkhawatirkan kita" tanyaku sambil mengecek hp...masih ada sinyal
"iya yah" kata iwan n ocha sambil mengeluarkan hp masing-masing
dan
drrrr. ada sms
dari ica...katnya dimana anak-anak dah pada kumpul?
akhirnya ada ojeg " mang dago pakar sebelah mana yah?"
"sebelah sana mau naik ojeg???" tanya tukang ojeg
"klo jalan jauh ga" tanyaku
"oh jauh neng 10rb ga apa-apa kok ber2"
"gimana dong? masa harus jalan"
"jauh banget yah?" kataku kurang yakin
"jauh neng"
akhirnya kita memutuskan naik ojeg.
daripada harus jalan
kaki dah ga kuat
mau kemana ??
aku nelepon ke icha katanya kumpul di masjid
aku ber2 dengan ocha dan iwan sendiri naik ojeg
"mang plta tau?"
jauhan mana sama dago pakar?"
tau jauhan dago pakar
ya udah kita ke PLTA aja jangan ke dago pakarnya
Akhirnya kita sampai di Plta awal kita mulai outbond
tapi kita bingung pulang ke arah mana yaaa
belum berakhir
aku telpn lagi icha
mau turun lagi ga ke Plta tapi katanya "ga.... mau langsung pulang dari atas"
ya udah..kita juga ga mau ke atas lagi
dan akhirnya
ada panitia yang turun
horeeeeeee
teriakku dalam hati akhirnya selamat juga
mereka mau langsung pulang katnya pulannya masing-masing
ya idah kita ikut mereka PULAAAAANG
dadah dago pakar
ulang tahun yang menegangkan
dago pakar, 20 April 2008
thanks buat ikhwan n ocha
karena hari itu aku ikut outbond ke dago pakar. Aku, cha dan wan, kita sebagai panitia aku dan cha sebagai p3k yang mobile ngikutin peserta ga diem di satu post.. jadi kita bisa keliling-keliling.....
Awalnya aku n cha naik dari arah PLTA yang tanggga seribu itu tuh dinamakan tangga seribu karena pas kita naik ga sampai-sampai.mana ujungnya????
tapi akhirnya kita sampai meskipun agak lelet cos dah mulai dikejar ma peserta lain....
dari sana kita ngikutin rute yang dikasih panitia tapi di jalan ilang entah terbang kemana..... itu teh di pos satu......
Jadi aja kita ngikutin rute panah.....
yah sampai deh di goa belanda. panitia yang lain sibuk di post masing-masing. daripada kita diem ya udah nyoba masuk ke goa belanda meskipun berbentuk lorong tetep aja syerem...... mulanya kita nyewa senter.
yeee akhirnya kita keluar juga.... tapi cha ngajak kedalam lagi katanya kita kedalamnya lagi.... ya hayu ....tapi mkan jagung dulu lapeeeer.....
abisssss yuk lanjut kedalam lagi.
kita mulai menyelusuri kamar2 dan apaaan tuhhhh putih-putih hiyyyy
aku lari tapi dicegah ma cha "itu cuma pengunjung"
"ooo"" kirain.
ya kita lanjutin lagi di tengah goa ketemu sama wan panitia yang bertugas di pos 2 katanya" udah selesai kalo pos 2 mah"
ocha ngajak jalan-jalan lagi iwan ikut.....
kita ngitari semua pelosok ga ada yang terlewat
akhirnya kta keluar lewat tangga yang ke atas dan turunnya curam juga
kita nyari jalan yang menantang
lalu kita jalan ke goa Jepang..... tapi "kok muter sih yah iwan salah jalan nieeeh"
sampe di goa Jepang kita ga nyewa senter lagi tapi pake lilin 1 di bagi 4 dari panitia mbah ikut(panitia juga) sam kaya di belanda tapi ini mah gelap banget kita ngitari semua lorong-lorong dan kita nemuin lorong di atas "mau nyoba" kata ocha"
"jangan...ga baik" jawab mbah
ya udah kita ga jadi n ngelanjutin perjalanan "hey lilin ku mati"
"aw panas"
"aduh"
"hati-hati jalannya banyak lembah-lembah kecil"
"eh aku keluar dulu yah mau liat peserta"mbah keluar n tinggal kita bertiga"
"kita kesana lagi yu keluarnya yang naik keatas" ocha keukeuh
"Hayu" ya kita kembali ke tempat tadi sama kaya di goa belanda cuma bedanya ga ada tangga jadi harus naik kaya naik tebing(istilahnamah)
tapi turunnya ga terlalu curam..
Hore kita keluar.... sorak ku
itu di pos 3 sekarang tinggal ke pos 4 arah sungai kesana yuk.....sekalian kumpul di monument
"ada yang sakit????""
diam........
lanjut
kita tambah icha n erna menuju pos 4...... tinggal 1 pos lagi yang belum ke pos 4
Tapi "hah harus pake tali???"
"emang licin"
icha n erna ga jadi langsung ke monumen. tinggal kita bertiga
"peserta terakhir jagan ke pos 4 outbond dihentikan karena hujan"
"tapi kta pengen ke bawah" bujuk ocha pengen nyoba katanya.
diam seribu bahasa
akhirnya aku n iwan pengen juga
ya akhirnya kita jadi ke bawah dengan batuan tali
"tau jalannya ga" teriak orang yang diatas
"ya udah temenin" kataku
"ga mau kebawah lagi ah"
Ya udah kita tetap ber3
"awas licin"
huppp akhirnya kita sampai di bawah
kita ngikutin panah menuju pos 4
dan akhirnya kita sampai ke sungai
"mau kesungainya ga???"
"engga ah ke atas lagi aja yuk" ajakku
"peserta pasti lewat sini lagi yaa" kataku kurang yakin..
"mungkin"
"Ya udah kita lanjutin perjalanannya lagi"
kita jalan ke arah atas lumayan ga terlalu curam kaya tadi turun, jadi dengan memegang akar pohon pun bisa.
Kita jalan.... iwan paling depan, kedua ocha, dan terakhir aku..
terus....
terus...
terus...
tapi kenapa lama yah nyampe nya????
"cha tungguin" aku mulai ketinggalan
ocha menunggu... iwan terus jalan....
"waaan masih jauh gaaaa?" teriak ku
tidak ada jawaban....
kayaknya masih......
ku terus jalan
kaki mulai sakit kebetulan aku tidak memakai sepatu kets jadi aga licin n lambat
hujan mulai gerimis
hatiku mulai panik
kulihat disekelilingku....
sep....
"chaaaa tungguin" teriakku lagi
kutak berani liat kearah belakang pandangan terus ke arah pijakkan
kulihat ocha sedang menungguku
"wan kenapa jauh banget perasaan tadi pas turun ga sejauh ini?" tanyaku pas liat iwan sedang diam...menunggu,,,
tak ada jawaban.....
"ga tau...terus aja yuk" jawab iwan
"perasaan tadi ga ada panah yang nunjukin jalan yaa?" ocha keliatan panik
"iya yah" sadarku
"jangan-jangan kita tersesat"
"tapi tadi ga ada jalan lagi kan selain jalan setapak ini?"
"ya udah jangan berhenti ujan dah mulai deras"
Kita melanjutkan......
"aw" tanganku kena duri
ocha n iwan langsung berhenti
"tunggu dulu" kataku sambil mengeluarkan duri di tangan ku....berdarah
"ga pa-pa" yakinku
lajut....
terus...
terus...
dan terus....
akhirnya
ada rumah penduduk
akhirnya sampai juga.......tapi.....kok suasananya berbeda ya
"ya tanya aja monumen sebelah mana?"
"Pa kalo monumen sebelah mana yaaa?" tanya iwan ke tukang es cendol
mang itu cuma menggelengkan kepala.
tanya ke ibu itu.
"monumen sebelah Mana ya bu"
"sebelah sana" kata ibu itu dengan menunjukkan arah oleh dagunya.
kita mengikuti kata ibu tapi kok naik lagi sih
"istirahat dulu ah"
iwan bertanya lagi
"monumen apa?'" tanya bapak yang ditanya iwan
"dago pakar"
"ga tau tanya neng itu" katanya
"neng monumen sebelah mana?" akhirnya yang bertanya bapak itu.
"dago pakar" lanjutku
"oh dago pakar mah sebelah sana" sambil menunjuk kearah belakang kami
pas diliat eneng itu menunjuk kearah gunung tepat dibelakang kami
HAAH berarti kita dah melintasi gunung dong
"ini mah dah lain kabupaten" lanjut bapak tadi
"tadi kalian dari mana?" tanya eneng itu
"dari dago pakar" jawabku
"iya klo mau ke dago pakar lewat jalan yang tadi"
"tadi lewat mana?"
"lewat hutan" kataku lemas
"iya klo mau deket ke yang tadi aja"
lututku bener-bener lemas "harus ke hutan lagi??? oh tidak!!!"
"jalan selain itu ada ga? atau jalan motor?" tanya iwan menyadari kepanikanku
"ada tapi harus naik ojeg"
"tadi kata ibu tadi ke atas"
"klo ke atas mah ke lembang"
yah diboongin deh
"ya udah kita balik aja kejalan tadi" kata iwan
"ga mau ke hutan" rengekku
Kita jalan ke arah gang
"ada suara motor" kata oca menghibur
"iya itu cuma gemanya aja"
Iwan bertanya lagi ke tukang tahu
"oh klo mau jalan ojek ke arah sana"
Kita ngikutin kata tukang tahu tadi
lho kok ini kan jalan yang tadi kita lewatin yang ketemu ibu itu.... mana ibunya yah.... beneran dia boongin kita
Ya udah sabar...sabar...
kita mulai jalan di jalan lebar..... mobil cukup
kemana kita?
ya ikutin aja kisah selanjutnya
terus jalan awalnya turun....belok....dan naik lagi??? yah kita melintasi 2 gunung lagi
"oi terdengar suara motor" teriak iwan dari jauh
aku dan oca sudah kelelahan
"kenapa ya ga ada yang mengkhawatirkan kita" tanyaku sambil mengecek hp...masih ada sinyal
"iya yah" kata iwan n ocha sambil mengeluarkan hp masing-masing
dan
drrrr. ada sms
dari ica...katnya dimana anak-anak dah pada kumpul?
akhirnya ada ojeg " mang dago pakar sebelah mana yah?"
"sebelah sana mau naik ojeg???" tanya tukang ojeg
"klo jalan jauh ga" tanyaku
"oh jauh neng 10rb ga apa-apa kok ber2"
"gimana dong? masa harus jalan"
"jauh banget yah?" kataku kurang yakin
"jauh neng"
akhirnya kita memutuskan naik ojeg.
daripada harus jalan
kaki dah ga kuat
mau kemana ??
aku nelepon ke icha katanya kumpul di masjid
aku ber2 dengan ocha dan iwan sendiri naik ojeg
"mang plta tau?"
jauhan mana sama dago pakar?"
tau jauhan dago pakar
ya udah kita ke PLTA aja jangan ke dago pakarnya
Akhirnya kita sampai di Plta awal kita mulai outbond
tapi kita bingung pulang ke arah mana yaaa
belum berakhir
aku telpn lagi icha
mau turun lagi ga ke Plta tapi katanya "ga.... mau langsung pulang dari atas"
ya udah..kita juga ga mau ke atas lagi
dan akhirnya
ada panitia yang turun
horeeeeeee
teriakku dalam hati akhirnya selamat juga
mereka mau langsung pulang katnya pulannya masing-masing
ya idah kita ikut mereka PULAAAAANG
dadah dago pakar
ulang tahun yang menegangkan
dago pakar, 20 April 2008
thanks buat ikhwan n ocha
Langganan:
Postingan (Atom)