hal yang paling mengesankan adalah ketika umurku 20 tahun 20 april kemarin...
karena hari itu aku ikut outbond ke dago pakar. Aku, cha dan wan, kita sebagai panitia aku dan cha sebagai p3k yang mobile ngikutin peserta ga diem di satu post.. jadi kita bisa keliling-keliling.....
Awalnya aku n cha naik dari arah PLTA yang tanggga seribu itu tuh dinamakan tangga seribu karena pas kita naik ga sampai-sampai.mana ujungnya????
tapi akhirnya kita sampai meskipun agak lelet cos dah mulai dikejar ma peserta lain....
dari sana kita ngikutin rute yang dikasih panitia tapi di jalan ilang entah terbang kemana..... itu teh di pos satu......
Jadi aja kita ngikutin rute panah.....
yah sampai deh di goa belanda. panitia yang lain sibuk di post masing-masing. daripada kita diem ya udah nyoba masuk ke goa belanda meskipun berbentuk lorong tetep aja syerem...... mulanya kita nyewa senter.
yeee akhirnya kita keluar juga.... tapi cha ngajak kedalam lagi katanya kita kedalamnya lagi.... ya hayu ....tapi mkan jagung dulu lapeeeer.....
abisssss yuk lanjut kedalam lagi.
kita mulai menyelusuri kamar2 dan apaaan tuhhhh putih-putih hiyyyy
aku lari tapi dicegah ma cha "itu cuma pengunjung"
"ooo"" kirain.
ya kita lanjutin lagi di tengah goa ketemu sama wan panitia yang bertugas di pos 2 katanya" udah selesai kalo pos 2 mah"
ocha ngajak jalan-jalan lagi iwan ikut.....
kita ngitari semua pelosok ga ada yang terlewat
akhirnya kta keluar lewat tangga yang ke atas dan turunnya curam juga
kita nyari jalan yang menantang
lalu kita jalan ke goa Jepang..... tapi "kok muter sih yah iwan salah jalan nieeeh"
sampe di goa Jepang kita ga nyewa senter lagi tapi pake lilin 1 di bagi 4 dari panitia mbah ikut(panitia juga) sam kaya di belanda tapi ini mah gelap banget kita ngitari semua lorong-lorong dan kita nemuin lorong di atas "mau nyoba" kata ocha"
"jangan...ga baik" jawab mbah
ya udah kita ga jadi n ngelanjutin perjalanan "hey lilin ku mati"
"aw panas"
"aduh"
"hati-hati jalannya banyak lembah-lembah kecil"
"eh aku keluar dulu yah mau liat peserta"mbah keluar n tinggal kita bertiga"
"kita kesana lagi yu keluarnya yang naik keatas" ocha keukeuh
"Hayu" ya kita kembali ke tempat tadi sama kaya di goa belanda cuma bedanya ga ada tangga jadi harus naik kaya naik tebing(istilahnamah)
tapi turunnya ga terlalu curam..
Hore kita keluar.... sorak ku
itu di pos 3 sekarang tinggal ke pos 4 arah sungai kesana yuk.....sekalian kumpul di monument
"ada yang sakit????""
diam........
lanjut
kita tambah icha n erna menuju pos 4...... tinggal 1 pos lagi yang belum ke pos 4
Tapi "hah harus pake tali???"
"emang licin"
icha n erna ga jadi langsung ke monumen. tinggal kita bertiga
"peserta terakhir jagan ke pos 4 outbond dihentikan karena hujan"
"tapi kta pengen ke bawah" bujuk ocha pengen nyoba katanya.
diam seribu bahasa
akhirnya aku n iwan pengen juga
ya akhirnya kita jadi ke bawah dengan batuan tali
"tau jalannya ga" teriak orang yang diatas
"ya udah temenin" kataku
"ga mau kebawah lagi ah"
Ya udah kita tetap ber3
"awas licin"
huppp akhirnya kita sampai di bawah
kita ngikutin panah menuju pos 4
dan akhirnya kita sampai ke sungai
"mau kesungainya ga???"
"engga ah ke atas lagi aja yuk" ajakku
"peserta pasti lewat sini lagi yaa" kataku kurang yakin..
"mungkin"
"Ya udah kita lanjutin perjalanannya lagi"
kita jalan ke arah atas lumayan ga terlalu curam kaya tadi turun, jadi dengan memegang akar pohon pun bisa.
Kita jalan.... iwan paling depan, kedua ocha, dan terakhir aku..
terus....
terus...
terus...
tapi kenapa lama yah nyampe nya????
"cha tungguin" aku mulai ketinggalan
ocha menunggu... iwan terus jalan....
"waaan masih jauh gaaaa?" teriak ku
tidak ada jawaban....
kayaknya masih......
ku terus jalan
kaki mulai sakit kebetulan aku tidak memakai sepatu kets jadi aga licin n lambat
hujan mulai gerimis
hatiku mulai panik
kulihat disekelilingku....
sep....
"chaaaa tungguin" teriakku lagi
kutak berani liat kearah belakang pandangan terus ke arah pijakkan
kulihat ocha sedang menungguku
"wan kenapa jauh banget perasaan tadi pas turun ga sejauh ini?" tanyaku pas liat iwan sedang diam...menunggu,,,
tak ada jawaban.....
"ga tau...terus aja yuk" jawab iwan
"perasaan tadi ga ada panah yang nunjukin jalan yaa?" ocha keliatan panik
"iya yah" sadarku
"jangan-jangan kita tersesat"
"tapi tadi ga ada jalan lagi kan selain jalan setapak ini?"
"ya udah jangan berhenti ujan dah mulai deras"
Kita melanjutkan......
"aw" tanganku kena duri
ocha n iwan langsung berhenti
"tunggu dulu" kataku sambil mengeluarkan duri di tangan ku....berdarah
"ga pa-pa" yakinku
lajut....
terus...
terus...
dan terus....
akhirnya
ada rumah penduduk
akhirnya sampai juga.......tapi.....kok suasananya berbeda ya
"ya tanya aja monumen sebelah mana?"
"Pa kalo monumen sebelah mana yaaa?" tanya iwan ke tukang es cendol
mang itu cuma menggelengkan kepala.
tanya ke ibu itu.
"monumen sebelah Mana ya bu"
"sebelah sana" kata ibu itu dengan menunjukkan arah oleh dagunya.
kita mengikuti kata ibu tapi kok naik lagi sih
"istirahat dulu ah"
iwan bertanya lagi
"monumen apa?'" tanya bapak yang ditanya iwan
"dago pakar"
"ga tau tanya neng itu" katanya
"neng monumen sebelah mana?" akhirnya yang bertanya bapak itu.
"dago pakar" lanjutku
"oh dago pakar mah sebelah sana" sambil menunjuk kearah belakang kami
pas diliat eneng itu menunjuk kearah gunung tepat dibelakang kami
HAAH berarti kita dah melintasi gunung dong
"ini mah dah lain kabupaten" lanjut bapak tadi
"tadi kalian dari mana?" tanya eneng itu
"dari dago pakar" jawabku
"iya klo mau ke dago pakar lewat jalan yang tadi"
"tadi lewat mana?"
"lewat hutan" kataku lemas
"iya klo mau deket ke yang tadi aja"
lututku bener-bener lemas "harus ke hutan lagi??? oh tidak!!!"
"jalan selain itu ada ga? atau jalan motor?" tanya iwan menyadari kepanikanku
"ada tapi harus naik ojeg"
"tadi kata ibu tadi ke atas"
"klo ke atas mah ke lembang"
yah diboongin deh
"ya udah kita balik aja kejalan tadi" kata iwan
"ga mau ke hutan" rengekku
Kita jalan ke arah gang
"ada suara motor" kata oca menghibur
"iya itu cuma gemanya aja"
Iwan bertanya lagi ke tukang tahu
"oh klo mau jalan ojek ke arah sana"
Kita ngikutin kata tukang tahu tadi
lho kok ini kan jalan yang tadi kita lewatin yang ketemu ibu itu.... mana ibunya yah.... beneran dia boongin kita
Ya udah sabar...sabar...
kita mulai jalan di jalan lebar..... mobil cukup
kemana kita?
ya ikutin aja kisah selanjutnya
terus jalan awalnya turun....belok....dan naik lagi??? yah kita melintasi 2 gunung lagi
"oi terdengar suara motor" teriak iwan dari jauh
aku dan oca sudah kelelahan
"kenapa ya ga ada yang mengkhawatirkan kita" tanyaku sambil mengecek hp...masih ada sinyal
"iya yah" kata iwan n ocha sambil mengeluarkan hp masing-masing
dan
drrrr. ada sms
dari ica...katnya dimana anak-anak dah pada kumpul?
akhirnya ada ojeg " mang dago pakar sebelah mana yah?"
"sebelah sana mau naik ojeg???" tanya tukang ojeg
"klo jalan jauh ga" tanyaku
"oh jauh neng 10rb ga apa-apa kok ber2"
"gimana dong? masa harus jalan"
"jauh banget yah?" kataku kurang yakin
"jauh neng"
akhirnya kita memutuskan naik ojeg.
daripada harus jalan
kaki dah ga kuat
mau kemana ??
aku nelepon ke icha katanya kumpul di masjid
aku ber2 dengan ocha dan iwan sendiri naik ojeg
"mang plta tau?"
jauhan mana sama dago pakar?"
tau jauhan dago pakar
ya udah kita ke PLTA aja jangan ke dago pakarnya
Akhirnya kita sampai di Plta awal kita mulai outbond
tapi kita bingung pulang ke arah mana yaaa
belum berakhir
aku telpn lagi icha
mau turun lagi ga ke Plta tapi katanya "ga.... mau langsung pulang dari atas"
ya udah..kita juga ga mau ke atas lagi
dan akhirnya
ada panitia yang turun
horeeeeeee
teriakku dalam hati akhirnya selamat juga
mereka mau langsung pulang katnya pulannya masing-masing
ya idah kita ikut mereka PULAAAAANG
dadah dago pakar
ulang tahun yang menegangkan
dago pakar, 20 April 2008
thanks buat ikhwan n ocha
Langganan:
Postingan (Atom)