Minggu, 04 April 2010

KA 165 "KERETA KEHIDUPAN" oleh Jamjam Jamaludin

Lembayung senja kmerahan menjadi saksi.
Tasbih alam dan penghuninya ikut mengiringi.
Tak ketinggalan para malaikat ikut mengamini!
Adalah engkau yg ku pilih menjadi asisten masinisku.
Mengemban amanah Tuhan menjalankan KA 165.

Kupilih engkau sesuai firman Tuhan dalam surah Al Baqoroh : 221. Serta sabda junjunan yg mulia Muhammad saw :
"Perempuan itu dinikahi karena 4 hal. Karena Kecantikannya, keturunannya, hartanya, dan agamanya. Akan tetapi, pilihlah yang beragama agar kamu selamat (H.R. Bukhari dan Muslim).

"Barang siapa yg menikah dengan perempuan karena hartanya maka Allah akan menjadikannya fakir. Barangsiapa yang menikah dengan perempuan karena keturunannya maka Allah akn menghinakannya. Akan tetapi, barangsiapa yang menikah dengan perempuan agar lebih dapat menundukan pandangannya, membentengi nafsunya, atau untuk menyambung tali persaudaraan, maka Allah akan memberikan berkah kepadanya dengan perempuan itu dan kepada perempuannya d berikan berkah karenanya." ( H.R. Ibnu Hibban ).


Sebelum jauh melangkah marilah kita chek terlebih dahulu T.200 lokomotifnya. Disana tertulis tentang kemuliaan akhlak dan kesantunan sikap yg harus dimiliki. Semua itu akan jadi modal kehandalan lokomotif. Jadikanlah Al Quran dan Hadist sebagai T.100 dan T.83 sebagai kereta yang akan dijalankan. Keduanya penting sebagai pedoman dalam menjalankan kereta. Agar lebih tenang kitapun harus memahami reglemen-reglemen yg d wariskan alim ulama!

Tak perlu terburu-buru. Checklah terlebih dahulu No-Go item. Setelah yakin sempurna, bergeraklah langsir menuju stasiun pelaminan. Di sanalah kita akan mulai menemukan rangkaian kereta 165. Di tempat itu pula kita mendapatkn penjelasan yg mengacu pd T.83 yg terangkum dalam khutbah nikah!

Saat ayah mu mengucapkan semboyan 40 dan 41. Serentak kusambut dengan semboyan 35. Itulah akad nikah yang ditunggu. Sejak saat itu aku emban amanah mulia dr Tuhan. Membimbingmu dengan penuh ketulusan dn kasih sayang. Semua itu demi kelancaran dan keamanan perjalanan kereta kita. Kamu adalah batu permata. Keindahannya harus mampu menghiasi dunia. Maka dengan segenap jiwa raga, aku jaga keindahanmu. Tapi satu pesanku padamu. Tanamkan dlm hatimu dan amalkan dalam kehidupanmu apa yg terkandung di surah Annur ayat 31. Jadikanlah itu bekal tuk meraih apa yg tertera di ayat 35 s.d. 38.

Akad yg sakral itu diiringi doa, restu, dan kebahagian para penumpang yang menyaksikan dan ikut di dalam perjalanan pertama kereta kita. Semua berucap: "Barakallahulaka wabaraka alaika wajamaa bainakum fi khairi", serentak d dalam hati dengan penuh pengharapan akan ridho Tuhan kita lantunkan kalimah "amiin ya Alloh ya rabbal alamin".

Itu baru awal perjalanan. Di lintas kita kan temukan medan yg menantang. Kita harus taktis melayani kereta. Jadikanlah ketulusan sebagai R.16 A yang kita pegang. Pengertian merupakan R.8 yang tak bisa dilupakan. Kesejiwaan dan kasih sayang adalah R.3 dn R.19 yang harus senantiasa diamalkan.

Belahan jiwaku, kereta tak selamanya harus berjalan kencang. Terkadang ada semboyan 2a, 2b dan 2c. Berjalanlah perlahan agar kita aman. Bahkan sewaku-waktu S7 dan S3 akan memperingatkan kita untuk berhenti. Maka, berpikirlah dengan tenang. Jalankanlah kembali kereta kita setelah yakin semua aman. Di belakang, putera-puteri kita ikut jd rangkaian. Jadi yakinkanlah senantiasa S21. Agar semua tetap terbawa selamat sampai tujuan.

Bidadariku, andai semua dapat terus kita pahami dan kita amalkan. Aku yakin kereta 165 (" kereta rumah tangga" yang dilandasi keyakinan pada ke-Esaan kekuasaan dan kasih sayang Allah. Serta pengamalan 6 rukun iman dn 5 rukun islam ) akan mengantarkan kita dg selamat ke stasiun akhir. Tempat yg indah bertabur ridho dn rahmat Alloh. Tempat itu bernama "Taman Firdaus". Dengan membawa putra dn putri kita tersayang. Mereka yg dg setia dn berbakti ikut dlm kereta kita.
Wallahualam!
( sebuah catatan "sastra mesin" untuk kakak2 dn adik2ku yg rindu menikah.- wa bil khusus utk anggota f4 yg msh lajang.)
{dr pojok "Dipo sakinah mawadah warahmah" di kota intan tercinta...alfakir addhoif :azzam abdul majjid}.

*catatan :
T 200 : laporan teknik lokomotif. Dari sini kita bisa melihat kehandalan lokomotif yang akan dipakai.
T 100 : panduan perjalanan kereta api.
T 83 : Laporan Harian Masinis
R3,R8,R16 A dan R 19 adalah reglemen atau peraturan2 yang berlaku d kereta api yang mesti di taati semua pegawai khususnya pegawai operasional agar perjalanan kereta api aman dan lancar.

Semboyan 40,41,dan 35 merupakan bagian dari R3. Di pergunakan ketika akan memberangkatkan KA.

Semboyan 2a,2b,dan 2c,merupakan bgian dari R3. Untuk membatasi kecepatan KA.

Semboyan 3 dan 7 menyatakan kereta api harus berhenti.

Tidak ada komentar: